Press Release
Home / Artikel / RAPAT KERJA MASA BAKTI 2019 “USUL BUKAN UNTUK MEMATAHKAN SEMANGAT”

RAPAT KERJA MASA BAKTI 2019 “USUL BUKAN UNTUK MEMATAHKAN SEMANGAT”

UKM Pramuka UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah melaksanakan Rapat Kerja Pengurus Masa Bakti 2019  di Gedung Rektorat Lama (PKSI) lt. 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selama 2 hari, yaitu tanggal 2-3 Maret 2019.

Rapat kerja (RAKER) masa bakti 2019 dimulai dengan pembukaan sidang pendahuluan yang dipimpin oleh Kak Nanda Ahmad Basuki,  CD selaku pimpinan sidang sidang pendahuluan. Sidang pendahuluan dimulai dengan pembahasana tata tertib rapat kerja masa bakti 2019. Pembahasan selanjutnya mengenai program kerja dan kebijakan-kebijakan pengurus Racana Sunan Kalijaga dan Racana Nyi Ageng Serang serta penyerahan palu sidang kepada ketua dewan racana.

Rapat kerja (RAKER)  masa bakti 2019 dihadiri oleh seluruh anggota Racana Sunan Kaliijaga dan Racana Nyi Ageng Serang beserta alumni dan pembina sebagai peninjau dan penasehat rapat kerja. Rapat Kerja tersebut dilaksanakan dalam bentuk diskusi komunikasi interaktif mengenai program kerja (proker)  dan pembahasan kebijakan-kebijakan masing-masing bidang serta dewan Racana Sunan Kalijaga dan Racana Nyi Ageng Serang selama satu masa bakti kedepan, acara ini berlangsung dengan khidmat tanpa suatu hambatan yang berarti.

Program kerja masa bakti 2019 ini ada 7, yaitu Kursus Mahir Dasar (KMD),  Pendidikan Gladian Keinstrukturan (DIANTUR) ke XV,  Pendidikan Calon Anggota Racana (DIKCAR) ke XXXVI, Harlah racana ke 46, Pleno Pengurus,  Pleno Anggota,  dan musyawarah Pandega (MUSPAN) ke XXXV.  Dalam rapat kerja (RAKER)  juga membahas kebijakan-kebijakan setiap dewan dan pengurus Racana Sunan Kalijaga dan Racana Nyi Ageng Serang masa bakti 2019. Program kerja itu berbeda dengan kebijakan, kalau program kerja itu dilaksanakan oleh tim kerja atau reka kerja sementara kebijakan dilaksanakan oleh bidang yg bersangkutan dan dibantu oleh bidang yang lainnya.

“Setiap kebijakan harus disertai dengan adanya penelitian, harus menyesuaikan kondisi dan situasi agar kebijakan tersebut terealisasi dengan baik” ujar Kak Wahyu Jatmiko, D selaku Demisioner Pemangku Adat Racana Sunan Kalijaga masa bakti 2018. Kebijakan bukan hanya sekedar mengenai penuhnya kolom dan seberapa banyak poin yang tertulis dalam kebijakan saja. Tetapi, tentang pelaksanaan kebijakan dan seberapa banyak manfaat dari kebijakan yang akan dilaksanakan. Dilanjutkan oleh Kak Ichsan mengenai pentingnya adanya comunity branding terhadap setiap kebijakan pada masing-masing bidang. Sehingga, bukan hanya menjadi kebijakan yang direalisasikan tanpa adanya dasar.

Kebijakan pengurus adalah saran, usul, dan pendapat dari anggota racana yang akan di realisasikan dalam bentuk kegiatan pada selama masa bakti.“Dalam penyampaiannya, diharapkan semua kebijakan yang telah disepakati memiliki manfaat, baik untuk kemajuan racana maupun kemajuan anggota racana, dalam hal menumbuhkan sikap tanggungjawab dalam merealisasikannya” tutur Kak Ravi .

Dari rapat kerja masa bakti 2019 ini, diharapkan kepada seluruh pengurus Racana Sunan Kalijaga dan Racana Nyi Ageng Serang dapat melaksanakan program kerja dan kebijakan yang telah disepakati. Setiap pengurus saling mendukung kebijakan meskipun dari bidang yang berbeda. Sehingga dapat menumbuhkan sikap saling membahu dan menghormati, serta bertanggungjawab dalam satu masa bakti ke depan. (NAS – HUMAS MEDIA)

3 comments

  1. Mantaaffff

  2. Kok Keren HM sekarang yak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *